Investasi

PENGERTIAN INVESTASI

Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal.

Investasi juga dapat disebut juga sebagai portfolio keuangan.

TUJUAN BERINVESTASI

  • Untuk memperoleh pendapatan yang tetap dalam setiap periode, antara lain seperti bunga, royalti, deviden, atau uang sewa dan lain-lainnya.
  • Untuk membentuk suatu dana khusus, misalnya dana untuk kepentingan ekspansi, kepentingan sosial.
  • Untuk mengontrol atau mengendalikan perusahaan lain, melalui kepemilikan sebagian ekuitas perusahaan tersebut.
  • Untuk menjamin tersedianya bahan baku dan mendapatkan pasar untuk produk yang dihasilkan.
  • Untuk mengurangi persaingan di antara perusahaan-perusahaan yang sejenis.
  • Untuk menjaga hubungan antar perusahaan.

KEUNTUNGAN DAN RESIKO INVESTASI

Keuntungan Investasi:

Capital Gain:

Keuntungan yang diperoleh dari selisih nilai beli dan jual saham / instrument financial investmen lain yang lebih besar dari nilai belinya.

Deviden:

Keuntungan yang diberikan kepada pemegang saham yang didapat dari hasil keuntungan perusahaan yang diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham ( RUPS ).

Resiko Investasi:

Capital Loss:

Kerugian dari selisih nilai beli dengan nilai jual saham / instrumen financial investment lain yang lebih rendah dari nilai belinya.

Resiko Likuiditas

Resiko Gagal bayar yaitu dimana resiko investor tidak dapat memperoleh pembayaran dana yang dijanjikan oleh penerbit pada saat investasi jatuh tempo.

 

Bagan INVESTASI

REAL SECTOR

Primer

Sektor Primer merupakan sektor utama perekonomian ekstrak atau hasil bumi. Sektor ini meliputi bahan baku dan makanan dasar  yang diterapkan dalan bentuk pertanian, perkebunan, pertambangan, kelautan, dan sebagainya.

Sekunder

Sektor Sekunder adalah sektor ekonomi yang cenderung berkaitan dengan sumber daya manusia, modal, teknologi dan bahan baku yang berasal dari sektor primer. Sektor ini meliputi lapangan usaha industri pengolahan, gas, listrik, air minum dan konstruksi.

Tersier

Sektor Tersier merupakan sektor ekonomi berkaitan dengan nilai tambah yang diperoleh dari proses pengolahan informasi, daya cipta, organisasi dan koordinasi antar manusia dan tidak memproduksi dalam bentuk fisik melainkan dalam bentuk jasa. Sektor ini meliputi lapangan usaha perdagangan, restoran, hotel, angkutan, keuangan, komunikasi, dan jasa-jasa.
FINANCIAL SECTOR

Moderat:

Tabungan

Deposito

Obligasi

Aggresive:

Saham

Option

Futures
DIVERSIFIKASI KEUANGAN

INVESTASI MODERAT

Berinvestasi secara tidak langsung melalui perusahaan finansial baik bank maupun non bank, dimana keuntungan dan resikonya dibatasi.

Jenis -jenisnya sebagai berikut:

1. Tabungan

Dana yang disimpan pada sebuah lembaga keuangan umumnya Bank dengan harapan memperoleh bunga.

2. Deposito

Pengertian deposito disebut  dalam pasal 1 angka (7) UU Perbankan. Pasal tersebut menyatakan bahwa “Deposito adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank”

INVESTASI AGRESIF

Berinvestasi secara langsung melalui perusahaan finansial baik bank maupun non bank, dimana keuntungan dan resikonya besar dan berbanding lurus.

Jenis-jenisnya sebagai berikut:

1. Saham

Pengertian berinvestasi saham adalah Anda melakukan pembelian saham suatu perusahaan dengan harapan kelak di kemudian hari atau waktu yang akan datang akan terjadi kenaikan, sehingga terdapat selisih lebih yang merupakan keuntungan bagi Anda.

2. Bursa Berjangka (Futures Trading)

Futures trading adalah suatu bentuk perdagangan dimana seseorang membeli suatu komoditas perdagangan yang akan diperolehnya di masa yang akan datang dengan harga yang di tetapkan sekarang.