4 Tips Menyusun Strategi Trading yang Matang

steps2success1

“ How can I be able to success”

Jauh sebelum memulai sesuatu untuk dikerjakan, seorang professional memikirkan bagaimana caranya untuk bisa mengerjakan sesuatu dengan hasil yang memuaskan.

Ibarat kata sebuah pertempuran, penyusunan rencana dan taktik (strategi) yang matang untuk mengalahkan lawan adalah penentu kemenangan yang akan diraih nantinya.

Begitu juga halnya dalam bertrading, Perencanaan dan strategi trading adalah salah satu penentu kesuksesan seorang trader nantinya.

Harus diakui, untuk menuai kesuksesan bertrading tidak semudah menyampaikan teorinya, bahkan bagi mereka yang sudah berada pada level expert sekalipun tidak luput dari kerugian.

Tapi itu jualah alasan kenapa kita harus terus belajar mengembangkannya strategi trading yang kita pelajari agar menjadi lebih baik lagi.

Terdapat banyak sekali strategi trading yang bisa dipelajari. Beberapa strategi trading yang sering digunakan biasanya didasarkan dari analisa fundamental maupun analisa teknikal. Dan kemudian mereka menerapkan strategi trading mereka dengan melakukan transaksi jangka panjang (long term trading) atau transaksi jangka pendek (short term trading).

Namun itu semua kembali kepada diri Anda untuk memilih strategi trading seperti apa yang akan digunakan. Karena strategi trading yang digunakan orang lain belum tentu sesuai dengan trading style yang anda miliki.

Berikut 4 tips untuk mengembangkan stretegi trading yang matang bagi pemula.

1.Trading is about methodology

Having a game plan to beat the game. Dalam bertrading anda membutuhkan sebuah metode. Metode yang akan menuntun anda untuk menjadi lebih terarah dan terlatih agar tidak gegabah dalam melihat situasi market.

Mencoba menganalisa beberapa variable instrument yang diperdagangkan, mencari dan menggabungkan beberapa indikator trading terbaik, mencari time frame yang efektif, mencoba memantau pergerakan market, serta mengetahui kapan sebaiknya keluar masuk pasar adalah sebagian dari metode bertrading yang harus anda perhatikan.

Masing masing trader pastinya memilik gaya dan metode yang berbeda beda. Misalnya, Seorang short term trader memasang target profit dengan skala kecil antara 10 – 25 poin saja per tiap kali OPnya dan tidak menahan posisi lebih dari satu hari. Tentunya hal tersebut akan sangat berlawanan dengan mereka yang memilih menjadi long term trader. So, find yours!

Dalam hal ini dibutuhkan pengalaman, kesabaran, back testing berulang serta evaluasi terus menerus dengan komitmen yang kuat untuk membentuk strategy trading yang matang.

Remember there is no shortcut to success,  you have to take step by step

2.Trading is about doing it timely

Trade is timing. Seberapa besarkah peluang kita untuk meraih keuntungan dalam bisnis ini, sedikit banyaknya tergantung dengan penentuan market timing yang tepat.

Penting halnya bagi seorang trader untuk bisa menentukan kapan waktu yang tepat baginya untuk masuk ataupun keluar dari market . Tidak hanya itu sebagai seorang trader kita juga harus mengetahui kapan aktivitas pasar sedang aktif dan menghasilkan peluang yang tinggi, serta kapan aktifitas pasar sedang sepi sehingga akan sangat sulit bagi kita untuk mendulang profit.

Misalnya pada perdagangan forex, waktu terbaik untuk melakukan transaksi adalah antara 13.00 GMT (20.00 WIB) hingga 16 GMT(23.00 WIB). selain karena volume transaksi perdagangan yang sangat aktif pada waktu ini, sebagian trader yang menargetkan keuntungan besar biasanya mengincar high impact news yang normalnya juga keluar pada rentang waktu ini.

Melakukan transaksi dengan waktu dan timing yang tepat akan memperbesar peluang seorang trader untuk mendapatkan sejumlah keuntungan yang ditargetkan.

Profesional trader memahami benar prinsip ini, bahwasanya trading bisa menghasilkan profit dengan kesabaran untuk melihat market timing yang tepat dan stabil. Bukan dengan sikap gegabah dalam kondisi  market yang tidak menentu.

3.Trading is about knowing your ability (psychology controls)

Self control is everything. Cobalah untuk menahan diri anda dari berbagai tindakan yang pasti hanya akan mengakibatkan kerugian. Betrading hanya dengan mengandalkan insting saja tidak cukup untuk membuat anda sukses dalam bisnis ini.

Tidak sedikit trader yang mengalami kerugian besar karena tidak mampu mengendalikan diri. Bukan hanya karena permasalahan penguasaan teknikal semata, tidak jarang mereka yang sudah mengetahui penguasaan teknik – teknik bertrading mengalami loss dalam skala  besar.

Misalnya ketika peluang berbalik menjadi sebuah tekanan, anda bisa melihat bahwa masih ada sebagian trader yang nekad memaksakan untuk tetap bertahan hingga akhirnya terkena margin call, sehingga ia menanggung resiko  dengan beban dua kali lebih berat yang tidak seharusny ia tanggung.

Belum lagi dengan tingkah trader yang gatal dan ingin terus memasuki pasar. Berharap dengan sering memasuki pasar maka akan semakin besar pula kesempatan mereka untuk mendapatkan profit, tetapi faktanya mereka hanya melakukan transaksi yang tidak jelas dengan menghabiskan banyak lot.

Anda bisa memulainya dengan menyusun manajemen resiko, Memperhitungkan seberapa besar resiko yang sanggup anda kelola dan menerapkannya secara disiplin adalah salah satu jalan membentuk psikologi trading yang stabil.

Cobalah untuk memahami keterbatasan sebagai seorang manusia. Mengetahui kelemahan yang dimiliki, akan sangat berguna untuk meminimalisir resiko dalam trading. Penekanan akan pentingnya mengukur kemampuan yang kita miliki adalah salah satu kunci untuk sukses dalam bisnis ini.

4.Trading is about presenting an opportunity

Mencari posisi terbaik dalam bertrading adalah salah satu unsur yang akan menempatkan anda untuk menggaet sejumlah keuntungan.

Kesempatan selalu terbuka bagi mereka yang gigih mencarinya!

Sebagai seorang trader anda hendaknya jangan sampai kehilangan momentum yang bisa dimanfaatkan dengan hanya menunggunya datang saja.

Misalnya saja jika anda tidak melihat adanya momentum yang tepat pada salah satu jenis pilihan instrument yang ditransaksikan, tidak ada salahnya anda mencoba beralih mencari pasar atau instrument lainnya.

Contoh, jika seorang trader yang memilih pilihan pair GBPUSD tidak menemukan moment yang sempurna untuk melakukan OP setelah beberapa waktu, bisa jadi karena pasar sedang dalam keadaan sideways, maka sebaiknya trader tersebut mengalihkan transaksi pada pilihan mata uang lain semisal EURUSD untuk mendapatkan momentum lainnya.

Inti sari

Pada akhirnya, suatu strategi trading dirancang dengan tujuan untuk mengalahkan market dan menghasilkan profit. Dengan didasarkan kepada ide, pengamatan prilaku dan history yang terjadi pada market sebelumnya, seorang trader dituntut untuk bisa membangun strategi trading yang matang dengan berbagai teknik yang tentunya akan menghasilkan keuntungan secara konsisten.